Minggu, 03 Februari 2013

Chapter 1

"Malam sunyi kuimpikanmu Kulukiskan cita bersama Namun s’lalu aku bertanya Adakah aku di mimpimu" Sherina - Simfoni Hitam
Lee terlihat sibuk dengan game online nya, bunyi detakan keyboard dan klik-an mouse terdengar begitu nyaring diselah merdunya suara Sherina menyanyikan simfoni hitam nya. Dialah Lee  the talking face bone dengan rambut sedang (sedang kusutnya sedang panjangnya sedang ketombenya) dengan kemancungan hidung di atas rata2 dan berat badan di bawah rata2. anak laki laki kurus yg selalu cinta Game entah itu online atau offline.

Lee terdaftar seorang mahasiswa tahun k 3 di sebuah univiersitas negri di kota padang yang memiliki track record perkuliahan tidak begitu mulus. Jam dinding di kamar Lee sudah menunjukan pukul 03:36 pagi, namu Jam dinding plastik itu adalah benda yg paling tak di acuhkan pemiliknya se alam semesta. terpajang mantap di kamar tapi tak pernah di anggap, mungkin kalau  jam diding itu bisa berjalan sudah lama dia ninggalin Lee karna sakit hati waktu yg selalu setia dia tunjukan tak pernah di anggap sang majikan.

Seperti punya perputaran waktu dunia bagian dirinya sendiri, anak laki laki kurus itu memang selalu melakukan apa saja sesuka hatinya. dalam hal tidur, bangun, makan, mandi, belajar, main game, hang out di luar dan lain sebagainya. Lee hanya melakukan itu semua kalo dia ngerasa bener bener pengen ngelakuin itu dan ada mood buat ngelakuin itu, tak seperti layaknya manusia normal, yg makan, tidur dan kegiatan lainnya seperti sudah terjadwal. Lee tak pernah merasa perlu seperti itu, dia adalah jarum pendek kehidupannya sendiri yg menunjukan waktu berapa dia harus melakukan apa yg dia ingin lakukan.

Terdengar tidak waras memang, tapi itulah dia si Gamer kurus yg kurang wangi. simak sejenak tentang Lee dan urusan penampilannya. #1 Mandi, adalah hal yg buat Lee hanya dilakukan kalo dia akan ada urusan di luar kamar nya, jika tidak maka mandi menjadi sesuatu yg sangat tidak penting. #2 Parfum, sebentuk barang super langkah di kamar si kurus ini. kalau saja ada botol parfum tergeletak di atas lemari pakaian atau didalam laci2 buku kuliah maka sudah di jamin botol parfum itu kosong, terakhir kali Lee membeli dan memakai parfum adalah ketika dia masih pacaran dengan Citra dan itupun sudah setahun yg lalu. #3 Gel rambut sachet-an, untuk urusan yg satu ini mungkin akan lebih mudah ditemukan di kamar Lee kalo musim kuliah, karna meskipun acak2an kadang tuntutan kuliah membuat Lee menggunakan gel rambut agar terlihat sedikit rapi waras. satu hal saja yang mungkin menambah keanehan makhluk ini Lee selalu lebih memilih memakai kembali pakaian yg belom di cuci entah itu 2 hari atau bahkan 1 minggu dr pada memakai pakaian yg belom di setrika. #ehmmgoodpoint

(ntar nyambung lagi. chapter 1 masih panjang, gue lg kehilangan rasa buat nulis. mwuahahaha)

Now, we come to the room. yeah a bedroom dengan ukuran standart anak kost ruang-an kecil itu adalah sarangnya tempat makan, minum, main game dan tentu saja.....tidur #apasih.  sepertihal nya dengan urusan penampilan untuk kebersihan kamarnya Lee pun hanya membersihkannya jika ia sudah merasa tidak nyaman dengan keadaan kamar tersebut, namun jika saja ia masih merasa nyaman maka sudah pasti Lee tak akan mengangkat sapu untuk sekedar menyapu lantai kamar yg tidak keramik itu. sekedar tambahan Lee adalah org yang memiliki standar yg rendah untuk kebersihan kamar jadi jika menurut Lee itu bersih, survey2-an membuktikan 7 dari 10 orang akan menyatakan hal itu tidak bersih . tapi siapa yg akan mempermasalahkan kebersihan kamarnya toh yg akan tidur disana Lee sendiri.


seems like it was yesterday when I saw your face, you told me how proud you were but I walked away. If only I knew what I know today. Ohh I'm sorry for blamming you, for the thing I just wouldn't do. "Cristina Aguilera - Hurt"

Merdunya suara Cristina Aguilera masih setia mengalun di laptop butut peninggalan sang kakak yang telah wisudah, laptop yg lebih cepat panas dr pada mobil bermesin bensin ini adalah sahabat sejati Lee yg mau tak mau harus bisa di ajak bekerja untuk maen game, muter musik, Nonton film, ataupun kadang kadang bikin tugas kuliah, iya kadang, hanya kadang kadang. #miris






Sebelum Chapter 1

gue itu kadang punya ide cemerlang tentang sebuah cerita tapi ya karna ide gue itu cuma sebentuk khayalan sebelum tidur ato mungkin jg imajinasi di tengah bengong nya gue sehari hari jadi ya ilang gitu aja deh. mulai sekarang gue ga mau lagi ah kaya gitu. nanti kalo tiba tiba ada ide aneh di dalam pikiran gue, gue pengen catat dimana aja, di buku kek, di hape kek ato di blog jg langsung ga apa apa dah.

seperti malam yg tak luar biasa ini, tiba tiba ada bisikan #cielah, pokoknya tiba2 aja gue pngen nulis cerita. cerita nya bagaimana dan tentang apa gue juga sebenernya ga tau #sakitjiwa.  tapi gue kepngen nulis ini dulu, pembukaan nya yg berjudul "sebelum chapter 1"

#guegaruk2pala, #sambildengerlagu, #lagunyaUtopia-benci
 Ini cerita nya mau tentang apa? tokoh nya siapa?  akhirnya setelah gue coba mikir, gue bingung sendiri. tapi yasudahlah gue pengen nulis cerita pokoknya. nantinya cerita itu akan jadi biasan apa yang gue jalani, alami, rasain, mengerti, tidak mengerti dalam kehidupan gue kedepannya. (naaah kan ketemu jg topiknya).

Untuk siapa tokoh didalam ceritanya nanti, gue masih mikir dan masih bingung #halaah, pokoknya gue ga mau pake nama asli, gue ga mau pake sudut pandang orang pertama. gue mau cerita gue seperti bercerita. gue mau gue pun bisa belajar dari cerita yang gue tulis sendiri nantinya.

udah segitu aja dan terimakasih Pia Utopia yg suaranya bgitu merdu menemani malam ini. :D